Sabtu, 20 Juni 2015

Takjil Bukan Untuk Dicemil

Posted by Unknown on 23.45 with 2 comments
Saat puasa Ramadan, kita sering mendengar istilah takjil, ada beberapa pedagang makanan yang menulis di dagangannya “menjual takjil”, selain itu istilah takjil juga digunakan pada beberapa kalimat seperti "bagi-bagi takjil..", “mau takjil apa ya untuk hari ini?”, “hari ini mau bikin takjil kolak ah...” dan lain sebagainya. Eh, barusan juga di tv ngelihat liputan dimana salah satu public figure bilang “hari ini saya mau masak takjil buat berbuka bareng temen-temen...”

Jujur ya saya pribadi menganggap istilah takjil itu adalah kudapan yang dikonsumsi pada saat berbuka. Ya apapun itu kolak, bubur, sop buah, jajanan kering dan basah, dan teman-temannya itu adalah takjil namanya, jadi saya mengartikan ketika ada seseorang yang bertanya “takjilmu apa?” itu seperti “menu berbukamu apa?”......dan eng ing eng...ternyata oh ternyata...usut punya usut, takjil itu bukan merujuk pada makanan, bukan pula istilah untuk menu berbuka,,oww..oww.. :D

Terus apa dong takjil itu? Hmm...istilah takjil sebenarnya adalah istilah yang juga baru beberapa tahun saya dengar, tepatnya pada saat saya kuliah di luar kota, dan juga bergabung di organisasi dakwah. Beberapa hari yang lalu ada seseorang mengirim pesan dalam grup whatsapp yang saya ikuti, isinya tentang salah kaprah penggunaan kata “takjil” dalam masyarakat. Seperti pemahaman saya sebelumnya, sebagian masyarakat menganggap bahwa takjil adalah makanan yang disediakan untuk berbuka puasa. Ternyata takjil itu berasal dari kata ajjala-yuajjilu-ta’jiilan yang berarti mempercepat atau mendahulukan, “takjil”  merujuk pada arti penyegeraan (bukan makanan). Dalam konteks puasa Ramadan takjil adalah penyegeraan untuk berbuka puasa. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bahwa Rosulullah menganjurkan umatnya untuk menyegerakan berbuka puasa.


Jadi semakin jelas untuk dipahami bahwa takjil sesungguhnya adalah kata kerja (menyegerakan) bukan kata benda (makanan), ya takjil is not about something “cemilable” (bukan tentang sesuatu yang dapat dicemil atau dimakan) :D . Memang, ada kalanya dalam berkomunikasi kaidah bahasa tidak terlalu dianggap penting, yang penting paham dan sepakat sehingga maksud bisa tersampaikan dengan baik, sudah cukup. Namun, tidak ada salahnya kan memperbaiki dan membagi apa yang kita tahu, agar setidaknya makna dari suatu istilah tidak melenceng jauh dari makna sebenarnya. Sehingga bisa menggunakan istilah tersebut dengan lebih tepat, minimal kalau dulu saya suka bilang “pengen takjil apa ya buat buka nanti?” sekarang akan coba pakai kalimat “pengen apa ya untuk takjil nanti?”. Maksudnya, pengen apa untuk menyegerakan berbuka nanti, hohoo...semoga masih bisa masuk dengan tepat penggunaan istilah “takjilnya” :D Jika ada kurangnya jangan sungkan-sungkan buat menambahi dan meluruskan ya. Selamat menjalankan ibadah puasa teman, jika adzan maghrib sudah berkumandang, maka takjil.......!! ^_^

credit




Jumat, 19 Juni 2015

Cermat Menabung Agar Tak Besar Pasak Daripada Tiang

Posted by Unknown on 20.23 with 2 comments
“Besar pasak daripada tiang” adalah sebuah pepatah yang menggambarkan kondisi finansial seseorang dimana pengeluaran (belanja) lebih besar daripada pendapatan. Kondisi tersebut tentu bukanlah kondisi yang menunjukkan finansial yang baik. Finansial yang baik salah satunya adalah ketika pendapatan yang dimiliki, bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan, dan ada sedikit yang bisa disisihkan untuk ditabung, syukur-syukur ada yang sisa yang bisa digunakan untuk beberapa keinginan.

Kenapa kita perlu menabung? Karena kebutuhan dalam hidup ini terkadang tidak mudah ditebak. Kebutuhan hidup yang kita kenal secara umum, adalah sandang, pangan, papan. Namun, jangan salah kita sering terjebak dalam kebutuhan pokok tersebut. Terjebak bagaimana? Iya kita sering terjebak untuk memenuhi ketiga kebutuhan pokok tersebut bukan karena butuh tetapi hanya karena ingin. Berkaca dari pengalaman pribadi, sering sekali membeli pakaian (sandang) karena sekedar ingin memiliki baju tersebut bukan memakai, entah karena modelnya menarik, warnanya bagus, harganya rendah, mumpung ada diskon, dan lain-lain. Ketika si baju sudah datang, eh ternyata nggak mood buat pakainya, nggak tau kenapa begitu semangat saat belanjanya giliran sudah dibeli cuma numpuk di lemari, hiks nyesel sih, tapi kadang nggak kapok gitu lagi, gitu lagi (don't try it ya temans ):D belom lagi kalo soal jajan (pangan), suka sekali beli jajan ini itu yang sebenarnya cuma buat nuruti lidah saja, bukan karena butuh untuk mengatasi rasa lapar. Hiks, yang ada berat badan naik jadi gendut, dompetnya kurus, hiks lagi.

Pengalaman tersebut bukan pengalaman yang patut dicontoh ya? Bahkan tidak patut juga untuk diteruskan, kalo jadi kebiasaan (padahal emang sudah jadi kebiasaan :p ) bisa gawat! Ada yang harus mulai diperbaiki, sedikit demi sedikit. Ternyata kalo direnungkan dan dipikir-pikir, menuruti semua keinginan memang tidak akan ada habisnya. Setiap punya uang lebih, seperti merasa berhak untuk memiliki sesuatu meskipun tidak kita butuhkan, dalihnya kan kita mampu...? Dan ternyata oh ternyata kalau mengikuti keinginan terus-menerus bisa bikin kita lupa diri. Lupa diri untuk mempersiapkan sesuatu yang tidak pasti yang bisa jadi datang secara tiba-tiba. Karena itu, yuk mulai mengajak diri untuk menabung, menabung bukan cuma kegiatannya anak TK saja lho, bahkan sebenarnya orang dewasa lebih membutuhkan tabungan, iya tidak? Karena punya lebih bukan berarti harus berlebihan, menjadi kaya bukan berarti berfoya-foya. Now, the choice is in your hand J

Urgensi menabung sebenarnya apa sih? Salah satunya, menabung adalah cara mempersiapkan diri untuk masa depan yang masih menjadi misteri Illahi (yiaaaaahh :D). Secara umum kita memang mengenal tiga kebutuhan pokok (sandang, pangan, dan papan), selain itu sebenarnya ada kebutuhan lain seperti pendidikan, kebutuhan untuk beramal (sedekah), kebutuhan untuk berhaji dan menghajikan (kepengen nggak menjadikan ini sebagai kebutuhan? Kalo saya iya J ), kebutuhan tidak terduga seperti menghadiri undangan, pernikahan (jodoh tidak ada yang tahu kapan datangnya kan? At least, sudah siap nabung kalo sewaktu-waktu di ajak naik pelaminan :D), kebutuhan saat sakit atau menjenguk orang sakit, dan lain-lain. Itulah kenapa di awal tulisan saya katakan, finansial yang sehat adalah dimana pendapatan bisa digunakan untuk kebutuhan, menabung (persiapan untuk kebutuhan tak terduga), dan urutan terakhir barulah keinginan. Menabung akan terasa berat kalau memang tidak kita niatkan dan tidak kita jadikan kebutuhan, belom lagi kalau kita punya mindset bahwa yang namanya menabung itu harus banyak, ratusan ribu, juta-jutaan, padahal sebuah tabungan itu bisa dimulai dengan berapapun, baik nominal uang besar atau kecil, meski sedikit asalkan konsisten untuk menjaga kontiuitas menabung, maka akan kita peroleh manfaat dari prinsip “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”. Untuk itu kita harus merasa butuh untuk menabung dulu, kemudian kita niatkan dengan sungguh-sungguh untuk menjalani kegiatan menabung. Selanjutnya, kita bisa memilih cara menabung yang sesuai dengan kondisi kita. Berikut ini, ada beberapa tips sederhana dan mudah untuk menabung :

      1.      Niat
Niat adalah hal yang sangat penting untuk memulai sesuatu. Tanpa niat apapun yang kita lakukan terasa kurang mantap. Niat yang kuat akan menambah semangat, cara untuk memantapkan niat adalah dengan memahami manfaat, dalam hal ini adalah manfaat dalam menabung, jika kita tahu manfaatnya dan kita butuh akan manfaat tersebut, maka kita akan memiliki niat yang kuat untuk menabung.

      2.      Menyusun prioritas
Kita pasti sudah tahu bahwa setiap kebutuhan dan keinginan memiliki skala prioritasnya sendiri-sendiri. Menentukan skala prioritas bisa menjadi pertimbangan apakah sesuatu layak untuk segera dipenuhi, bisa ditunda, atau bahkan tidak perlu dipenuhi. Setidaknya dengan benar-benar cermat dalam menentukan skala prioritas itu lebih baik daripada membelanjakan uang dengan alasan “..karena ada duit”.

      3.      Membuat buku catatan keuangan
Uang belanja dan uang masuk akan jauh lebih baik kalo dicatat dalam buku catatan keuangan. Dengan demikian kita dapat mengetahui pengeluaran apa saja yang telah kita lakukan. Sehingga meminimalisir kebingungan pada saat akhir bulan “uang kok tinggal segini ya? Buat apa saja, kok nggak terasa?” dengan catatan kita punya bukti nyata pengeluaran uang, tidak sekedar mengandalkan ingatan. Semua transaksi kita catat agar kita tahu pos-pos mana yang sering menggunakan uang belanja, dan kemudian mencermati skala prioritas dari pos tersebut.


sejak awal tahun 2015 berusaha untuk mencatat setiap transaksi setiap harinya.



      4 .      Membuat jadwal menabung
Untuk memperkuat semangat menabung, bisa dilakukan dengan membuat jadwal menabung. Kita bisa menentukan sendiri mau menabung harian, mingguan, atau bulanan. Kemudian bisa kita tentukan nominal tabungan. Sejak awal tahun 2015 saya berusaha konsisten menabung 5.000 per hari, agar tidak lupa atau bahkan lupa-lupa ingat apakah hari ini sudah menabung atau belum, maka saya membuat jadwal menabung dan mencatatnya.


      5.      Jangan remehkan uang receh
Kita mungkin sering mendapatkan kembalian dalam bentuk uang receh. Entah karena keteledoran terkadang uang receh itu hilang begitu saja, karena memang bentuknya yang kecil, bulat, dan mudah menggelinding, dan ujung-ujungnya ketika hilang mudah untuk mengikhlaskan karena nominalnya yang kecil, padahal kalau hilangnya keseringan ya jadi jumlah yang lumayan, hiks. Jika kita memang tipe yang tidak suka membawa uang receh kemana-kemana, uang tersebut bisa kita kumpulkan dalam tempat khusus, itung-itung itu juga bisa buat tabungan, lumayan lho bisa buat bayar parkir atau nyumbang ke pengamen, daripada nyelip di kolong meja dan tempat cucian :D.
uang receh yang saya kumpulkan, setiap 10 koin untuk tiap nominalnya saya satukan dengan selotip, rapi deh :D

      6.      Konsistensi
Setelah memantapkan niat, dan memilih cara menabung yang pas untuk diri sendiri, hal yang tidak kalah penting adalah menjaga konsistensi. Jika memang ingin menjadikan menabung sebagai suatu kebiasaan yang baik, tentu tidak bisa kita lakukan dengan “suka-suka gue”, disiplin terhadap apa yang sudah menjadi komitmen kita adalah kuncinya.  

      7.      Investasi
Jika memungkinkan, saat kita sudah memiliki tabungan dengan jumlah yang lumayan, ada baiknya kalo uang tersebut kita gunakan juga sebagian dalam bentuk investasi, entah investasi barang atau investasi bisnis yang memiliki nilai stabil atau lebih jika sewaktu-waktu dijual kembali. Kita tidak pernah bagaimana kondisi harga-harga dan mata uang negara kita. Ibarat kata jika memiliki tabungan uang satu milyar rupiah disaat harga 1kg cabe saja satu juta rupiah, maka satu milyar akan terasa cepat habis dalam waktu yang tidak lama. Akan berbeda jika kita juga memiliki tabungan dalam bentuk investasi. Nilai investasi akan cenderung bergerak, sehingga jika saatnya dibutuhkan bisa menjadi nilai plus bagi finansial kita. Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang investasi kita bisa berkunjung ke situs cermati.com. Bukan soal investasi saja, disana ada banyak informasi mengenai finansial mulai dari tips-tips hemat sampai memilih tabungan dan bank yang sesuai keinginan kita. Semua itu membantu kita mengelola finansial dengan cermat, sesuai dengan namanya cermati

Nah, itu tadi beberapa tips dari saya yang mana tips tersebut bisa dilakukan oleh masing-masing di rumah. Lumayankan, selain ada tabungan di bank, di rumah juga ada. Semoga dengan menabung banyak manfaat yang kita dapatkan ya, setidaknya tabungan itu akan meminimalisir atau bahkan menghindari kita dari “besar pasak daripada tiang” ketika ada kebutuhan dan mendesak sewaktu-waktu. So, tidak perlu lama-lama berpikir untuk konsisten menabung, kan? Yuk, semangat menabung ^_^

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"





Rabu, 17 Juni 2015

Imsak = Sahur Berakhir?

Posted by Unknown on 23.58 with No comments
Salah satu sunah dalam berpuasa Ramadan adalah menyegerakan berbuka dan mengakhirkan waktu sahur. Selama ini di beberapa kondisi dalam masyarakat kita, ada yang terbiasa mengakhirkan sahur pada waktu imsak (waktu diantara subuh dan sahur), karena menganggap imsak adalah batas akhir sahur dan waktu untuk mengawali puasa selanjutnya, benarkah demikian?

Yang jelas sahur adalah sunah dalam puasa. Dalam sahur ada keberkahan, untuk itu muslim yang berpuasa Ramadan sangat dianjurkan untuk melakukan amalan sahur. Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat dalam menjalani sahur, yaitu mengakhirkan sahur pada saat imsak telah datang. Imsyak adalah jeda waktu sekitar 15-10 menit sebelum waktu subuh tiba. Dalam Al-Qur’an telah tersurat,

“..Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu terbit fajar.” (QS. Al-Baqarah:187)

Benang hitam dan benang putih yang tersurat dalam ayat tersebut adalah perumpamaan untuk malam dan cahaya fajar (pagi).

Ayat ini menegaskan bahwa Allah memberikan izin untuk, makan, minum, dan jima’ sampai fajar telah terbit yaitu ditandai dengan datangnya waktu subuh. Dengan kata lain, waktu yang sebenarnya dianjurkan untuk mengakhirkan sahur adalah ketika adzan subuh berkumandang. Wallahu’alam.. ^_^ Have a blessed Ramadan, Everyone! 


Selasa, 16 Juni 2015

Marhaban Ya Ramadan

Posted by Unknown on 16.40 with No comments


Derap langkah Ramadan kian jelas terdengar, masihkah kita abai untuk menyambutnya? Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan bulan agung yang hanya berkunjung setahun sekali? Seperti yang kita tahu sahabat, Bulan Ramadan datang dengan segala kebaikan dan kenikmatan yang ia bawa untuk diri kita. Maka adalah pilihan kita untuk mau mengambil dan mengecap nikmat tersebut atau tidak.
Dalam Bulan Ramadan ada perintah wajib dari Allah untuk semua umat muslim di seluruh dunia. Perintah tersebut adalah perintah untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Menahan hawa nafsu yang ada dalam diri, bukan sekedar hawa nafsu untuk makan dan minum, tetapi seluruh hawa nafsu seperti amarah, dendam, syahwat, dan lain-lain. Perintah ini dengan jelas tersurat dan tersirat dalam Kitab suci Al-Qur’an dan Hadis.
Puasa mengajarkan kepada kita untuk hidup ke arah yang lebih subtantif. Dengan mengajarkan untuk menahan hawa nafsu, menahan diri dari segala yang berlebihan yang sesungguhnya tidak kita butuhkan, yang kita inginkan hanya sekedar untuk kepuasan semu. Ramadan,,,semoga tahun ini lebih baik, aamiin :’)

Senin, 08 Juni 2015

Sehat Bersama Xio2 High Fiber Jelly dan Guttaci

Posted by Unknown on 20.41 with No comments
Alhamdulillah, seperangkat paket sehat dan uang tunai sah diterima, hehehe. Berawal dari tawaran review produk, eh dapat fee dan juga paket sehat jadi bisa konsumsi produknya. Review produk darimana? Dari stanford medical center, klinik terapi ozon yang menawarkan berbagai treatment dan produk kecantikan dan kesehatan modern.

Paket sehat yang aku terima diantaranya Xio2 High Fiber Jelly dan  Gutacci.  Xio2 High Fiber Jelly adalah makanan kesehatan fungsional yang mengandung bahan-bahan alami yang terbuat dari ekstrak chicory, selain itu juga mengandung bahan bermanfaat lainnya seperti prebiotik FOS, inulin dan vitamin C. Xio2 High Fiber Jelly terdiri dari dua rasa yaitu rasa leci dan mixed fruits (Thank God, aku dapat yang rasa leci, yeeeyyy :D ).  Sedangkan Gutacci vit-a-pack vitamin C adalah vitamin C dalam bentuk serbuk yang mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Keunggulan Guttaci selain pada manfaatnya adalah Guttaci menggunakan Vitamin C jenis Sodium Ascorbate, berbeda dengan produk sejenis dipasaran yang kebanyakan menggunakan vitamin C jenis Ascorbic Acid. Sehingga rasa Guttaci tidak asam dan aman bagi lambung. Guttaci juga memiliki dua rasa, yaitu rasa jeruk ( Orange Flavour) dan Original. Manfaat dari kedua produk tersebut sangat banyak, diantaranya :

ini paket sehatku, mana paket sehatmu? ;)

Manfaat-manfaat yang diperoleh dari Xio2 High Fiber Jelly :
1.      Menyehatkan sistem pencernaan
2.      Meningkatkan penyerapan kalsium dan nutrisi secara maksimal
3.      Dapat menurunkan kolesterol dan berat badan, serta menjaga tekanan darah tetap stabil
4.      Memperlancar buang air besar dan mencegah terjadinya infeksi radang usus, dapat mengatasi sembelit
5.      Mencegah dan menurunkan panas dalam
6.      Berserat tinggi, sebagai pengganti makanan sehingga dapat membantu program diet, sebagai pengganti buah dan sayuran bagi anak-anak yang sulit makan buah dan sayur
7.      Mengandung prebiotik yang bermanfaat untuk meningkatkan populasi bakteri baik dalam pencernaan sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh
8.      Mencegah dan mengobati wasir

Manfaat Gutacci vit-a-pack  :
1.      Menurut American Journal of Clinical Nutrition, Vitamin C dapat menurunkan risiko kanker, kardiovaskuler, dan katarak.
2.      Vitamin C melindungi sel DNA dari kerusakan akibat radikal bebas.
3.      Vitamin C melindungi sperma pria dari kerusakan akibat radikal bebas. Sehingga menjaga kualitas sperma.
4.      Memproduksi kolagen, menjaga kesehatan tulang, kulit, gigi, dan nadi serta membantu penyerapan zat besi.
5.      Vitamin C memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit flu, bronchitis, masuk angin, hingga pneumonia secara lebih cepat.
6.      Menurunkan kadar kolesterol, menurut beberapa penelitian membuktikan bahwa Vitamin C dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
7.      Studi terbaru dari American Journal of Clinical Nutrition, Vitamin C juga dapat menurunkan tekanan darah.
8.      Mengonsumsi Vitamin C dalam jumlah tepat secara teratur, dapat menghambat proses penuaan dini, menghaluskan kulit, sekaligus menghambat kinerja enzim tirosinase.
9.       Membantu menurunkan berat badan.

Xio2 high fiber jelly, bisa dikonsumsi dalam bentuk jelly drink juga lho ;)

Dua produk dengan manfaat yang oke punya, yang satu memenuhi kebutuhan serat yang satu memenuhi kebutuhan daya tahan tubuh, klop! Cocok banget buat aku yang kurang suka buah, hiks ngaku tapi jangan ditiru ya :D bagi yang tertarik ingin mencoba dan merasakan manfaatnya bisa menghubungi nomor 021-7228899. Stay healhty everybody ^_^


Senin, 11 Mei 2015

Prostitusi oh Prostitusi

Posted by Unknown on 01.34 with No comments
Wow, prostitusi dikalangan artis jadi trending topic neh, ya walau gag bisa diboongin juga ya, hal seperti itu sudah lama ada, disadari atau tidak prostitusi sekarang bukan sekedar soal ekonomi lagi, tetapi lifestyle. Yang terjun kedunia prostitusi bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi memenuhi gaya hidup, ya mereka pasang tarif kan, bukan dibayar seikhlasnya. Kalo nggak salah mbak Asma Nadia pernah nulis yang kutipannya mohon maaf saya lupa redaksinya, kurang lebih “tanpa membenarkan apapun alasan wanita terjun ke dunia ini, saya tidak habis pikir kenapa begitu mudah laki-laki meniduri wanita yang tak ia kenali?” nyuwun sewu nggih mbak Asma, kalo saya (meski tentu sebenarnya kita sama-sama nggak setuju dengan adanya prostitusi) lebih tidak habis pikir kenapa wanita juga bisa begitu mudah tidur dengan laki-laki yang tidak ia kenali? Setahu saya ya, urusan syahwat yang “itu” emang laki-laki jagonya :D mereka mudah tertarik apalagi dengan yang bening-bening, kalo bukan karena keimanan yang kuat mungkin akan seperti teko penuh, yang isinya tercecer kemana-mana, tetapi tekonya pulang dalam keadaan utuh ^_^ setau saya memang seperti itu laki-laki diciptakan, kalo disambung-sambungkan makanya ada hadist “apabila seorang suami memanggil istrinya ke pembaringan dan si istri tidak mau datang, sehingga sepanjang malam suami marah kepadanya, maka sang istri dikutuk dan dilaknat para malaikat sampai pagi harinya.” (HR. Muslim)

Selain itu juga ada hadist yang berbunyi, “sebagian dari hak suami kepada istrinya adalah, apabila suami itu menginginkan istrinya lalu membujuknya, sedang si istri berada di atas punggung unta, maka janganlah si istri menolaknya” (HR. Baihaqi)
Meskipun tentu pada keanyataannya apabila ada uzur yang dapat dimaklumi, seorang istri boleh menolak secara halus permintaan suami, dan suami yang pengertian tentu tidak akan memaksa istrinya lebih dari kesanggupannya <3 , yang jelas dari hadist-hadist tersebut hanya ingin menegaskan bahwa urusan syahwat laki-laki memang begitu kuat, tetapi ya yang jelas jangan pengen enaknya aja ya, kalo pengen istrinya performanya baik ya harus diperlakukan dengan baik juga, pelacur yang cantik-cantik itu biayanya mahaaall..kerjanya tidur, makan, dandan, belanja, (gitu kali ya) jadi ya jangan dzalim sama istri sudah suruh kerja ini itu, nggak bantuin, nggak ngertiin, malamnya minta excellent service, kalo nggak puas jadi pembenaran buat “jajan” di luar yaah.. capek deh :D memang benar ya, rumah tangga adalah tanggung jawab bersama, harus membangun diskusi dan komunikasi yang baik antar suami dan istri ^_^.  Kembali lagi, kalo soal tidak habis pikir saya lebih tidak habis pikir, saya lebih tidak habis pikir perempuannya karena setahu saya perempuan diciptakan dengan rasa malu yang lebih dibandingkan laki-laki... bagaimana mungkin mereka bisa dengan mudah buka selakangannya kepada laki-laki yang tidak dikenalnya untuk dinikmati ya, hiks.. L salah satu alasannya gaya hidup, entahlah,, sebagai wanita saya menyadari sisi kewanitaan dalam diri saya menginginkan untuk dipuji, untuk menjadi yang -ter-, untuk bisa memiliki segalanya, untuk bisa punya ini itu, untuk bisa memiliki sesuatu yang pantas dipamerin, untuk bisa diakui, untuk bisa membuat sesama wanita iri pada saya (konon, wanita lebih suka mendapat pengakuan akan kelebihannya dari sesama wanita daripada laki-laki), apa karena itu kah? Sehingga wanita rela menggadaikan malunya menjual kemaluannya demi tercapai kepuasan yang tak akan pernah cukup dikejar? L apalagi saya pernah baca salah satu prostitusi online di Bandung memasang tarif sesuai dengan kecantikan si wanita tuna susila tersebut, semakin cantik semakin mahal, bukan semakin lihai permainan ranjangnya lho,, (hmm..lagipula kalo berdasarkan permainan ranjangnya, gimana mau menilainya ya?) beruntunglah zina memang diharamkan dalam Islam, kalo nggak dapat apa saya?? *astaghfirullah,,,istighfar mak, istighfar... naudzubillah.... Yaa.. kalo kaum saya saja sebagian sudah lepas rasa malunya, jangan bilang saya pecemburu lho :p nggak ada hubungannya kalii... :D


Saya tidak bermaksud tidak empati atau sok suci, mengingat ada sebagian dari mereka ada yang katanya melakukannya karena terpaksa, karena harus memberi makan anak-anak dan keluarga, serta mencukupi kebutuhan hidup lainnya, mereka yang mengambil jalan prostitusi karena merasa tidak ada pilihan lain. Tetapi maaf, mohon maaf sebesar-besarnya, bagi saya itu tetap pekerjaan hina apapun alasannya. Mohon aminkan doa saya semoga mereka yang “terjebak” atau pun yang memilih jalan hina ini, semoga terbuka hatinya untuk dapat menerima hidayah Allah, dan saya pribadi juga anak keturunan serta keluarga tidak ada yang bersinggungan dengan bisnis ini, sedikitpun! Aamiin..

Jumat, 08 Mei 2015

JILBAB : UNTUK MENUTUP AURAT ATAU AKHLAK?

Posted by Unknown on 17.34 with No comments
JILBAB : UNTUK MENUTUP AURAT ATAU AKHLAK?
Tulisan ini saya buat karena kebingungan yang saya rasakan terhadap pandangan dan juga dakwah tentang berhijab, sebagaimana kita tahu bahwa sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk menutup aurat, iya menutup aurat wajib bagi semua muslim, baik muslim laki-laki maupun perempuan, jadi bukan hanya perempuan saja yang diwajibkan menutup aurat, yang membedakan adalah batas-batas aurat yang harus ditutupi bagi perempuan dan laki-laki.

Faktanya kita tahu, bahwa belum semua muslim menutup aurat secara sempurna, terlebih perempuan. Masih banyak sekali perempuan yang menampakkan aurat mereka. Ada beragam alasan yang mereka kemukakan mengapa salah satu kewajiban ini belum mereka lakukan. Diantaranya belum siap lahir batin, merasa diri tidak pantas, tidak mendapat ijin dari pihak lain (pasangan, orang tua, instansi tempat bekerja, dan lain-lain), serta beberapa alasan lainnya.

Namun, saat ini kampanye berhijab semakin gencar disampaikan oleh berbagai kalangan, mulai fashion designer, ulama, ustadzah, artis. Sehingga menjadi jawaban bagi mereka yang masih ragu untuk berhijab, kesadaran berhijab semakin meluas, kita bisa melihat bahwa hijab sekarang telah banyak digunakan oleh berbagai kalangan juga, apapun profesinya banyak perempuan yang tidak canggung lagi menggunakan hijab dalam keseharian mereka.

Memang benar bahwa berhijab adalah perintah untuk menutup anggota badan yang merupakan aurat. Hijab adalah bukti taat, karena hijab merupakan perintah wajib. Untuk itu dalam kampanye agar para muslimah berhijab, kita sering mendengar orang mengatakan “hijab tidak menunggu sempurna”, “hijab dipakai di kepala, bukan untuk menjilbabi hati”, “hijab itu wajib tanpa tapi”, dan masih banya lagi.

Hanya saja belakangan (sepertinya sudah lama) saya melihat tanggapan beberapa orang mengenai hijab. Saat ada orang yang menunjukkan tindakan negatif, hijabnya yang disinggung, bahkan ketika seseorang itu tidak melakukan tindakan negatif, tetapi ia menggunakan hijab yang branded, mahal, bahannya indah dan sebagainya, komentar negatif pun datang, entah dibilang sekedar ikut tren, pamer, dan sebagainya. Komentar-komentar tersebut datang dari kalangan manapun ada yang dari mereka yang tidak berhijab ada yang dari mereka yang sudah berhijab dan mengaji (mengikuti kajian agama rutin).

Sebagai contoh saat ada seorang pegiat parenting yang mengunggah foto beserta statement tentang keprihatinannya melihat kumpulan ibu-ibu yang sedang bercengkrama di sebuah food court di salah satu mall. Sebagian dari mereka ada yang membawa anaknya, dan ada yang merokok. Muncul lah komentar “sayang banget, padahal pake jilbab tapi kelakuannya kaya gitu..”. Saat banyak muncul model hijab syar’i dengan harga yang masuk kategori di atas umumnya, ada juga komentar cuma buat pamer, ikut tren dan sebagainya.  Dalam hati saya berpikir kenapa tiba-tiba akhlak disangkutpautkan dengan hijab? Bukankah ketika berdakwah, kita –hampir- semua sepakat bahwa hijab adalah perintah wajib untuk menutup aurat, bukan untuk menutupi akhlak? Bukankah kita sepakat bahwa hijab adalah adalah perintah wajib bagi muslim yang sudah baligh sama halnya dengan sholat, puasa, zakat, dan haji?? Atau ada yang tidak sepakat? Kenapa ketika ada yang menunjukkan perilaku yang kurang pantas hijabnya yang dibawa-bawa, kenapa tidak sekalian sholatnya, puasanya, zakatnya, dan juga hajinya?

Salah satu alasan yang saya tahu adalah beberapa orang merasa khawatir jika perilaku negatif mereka yang berhijab akan merusak citra hijab itu sendiri, sebagian juga terusik karena merasa hijab tersebut tidak pantas jika disandingkan dengan perilaku negatif yang dilakukan pemakainya. Ada lagi yang mengatakan bahwa mereka bingung apa yang harus disampaikan saat ada yang bertanya “orang itu berjilbab kok kelakuannya gitu? (baca: negatif). Masih ada lagi yang berujar “wah, ternyata luarnya doang yang berhijab, dalemnya nggak...” (lah, bukannya hijab emang untuk menutupi luar (fisik) kita yak?)

Maka dari itu marilah kita sepakati bersama mulai dari perintah berhijab ini,
”Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,”Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak di ganggu.” (Al-Ahzab 59)

Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka dan ….(QS. An-Nur : 31)

Sempurnanya hijab adalah ketika ia menutup aurat yang diwajibkan untuk ditutup dengan kaidah-kaidah hijab yang sudah ditentukan. Semoga bisa disepakati, karena ini bukan hanya dari doktrin pribadi, tetapi apa yang tersurat dalam qalam illahi. Semoga tidak ada lagi perilaku buruk yang disandingkan dengan hijab. Kasihan mereka yang sedang berproses, yang sedang mencari jati diri dengan hijabnya, jangan sampai apa yang kita ucapkan justru membuat orang lain berujar “bener kan kataku, mending jilbabin hati dulu, daripada fisik, toh yang sudah jilbaban masih dikata-katain..”.  Setiap orang memiliki prosesnya sendiri-sendiri, daripada menghakimi lebih baik menasihati. Jangan sampai ada bias dalam mendakwahkan hijab, apalagi oleh mereka yang katanya rutin mengaji dan mendalami agama, di satu sisi mengajak berhijab tanpa menunggu sempurna akhlak, karena hijab adalah wajib, karena hijab adalah untuk menutup aurat bukan untuk “barang bukti” diri sudah sempurna, tetapi disisi yang lain, ketika yang berhijab menunjukkan perilaku yang kurang berkenan, kemudian mengatakan apalah arti berhijab jika masih begini dan begitu, atau menghakimi niat berhijab salah dan sebagainya, ah benarkah manusia bisa melihat apa yang ada dalam hati seseorang dalam hal ini niat?

Jika ada yang menanyakan, kenapa ada orang berhijab tetapi perilakunya negatif? Sampaikan jika seseorang memiliki perilaku yang tidak baik, maka yang perlu diperbaiki adalah perilakunya bukan hijabnya. Karena dilepas hijabnya pun tidak akan lantas bim salabim perilakunya berubah jadi bak malaikat bukan?


Sedikit lega rasanya bisa menuangkan uneg-uneg melalui tulisan. Tulisan ini menjadi pengingat bagi saya sendiri yang terkadang masih belum “adil” dalam menilai seseorang, hanya didasarkan pada nilai pribadi, semoga jika mata ini mudah menilai, hati tetap senantiasa mampu untuk memilih menjaga lisan (tulisan) untuk berkata. 

setuju tidak?
sumber